Fun Learning: Cara Baru Belajar Bahasa Inggris Tanpa Tekanan

Saat ini, metode pembelajaran Bahasa Inggris terus berkembang dan semakin beragam. Setiap metode dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan serta karakteristik peserta didik di berbagai jenjang, mulai dari preschool, kids, teens, adult,hinggaprofessional. Setiap level tentu memiliki pendekatan yang berbeda, karena kemampuan, gaya belajar, serta tujuan belajar mereka pun tidak sama.

Tujuan utama dari pemilihan metode yang tepat adalah agar peserta didik dapat memaksimalkan potensi dan mencapai hasil belajar yang optimal. Lebih dari itu, metode yang sesuai juga berperan besar dalam meningkatkan motivasi belajar. Ketika metode selaras dengan kebutuhan peserta didik, proses belajar akan terasa lebih efektif, terarah, dan menyenangkan.

Sebaliknya, metode yang kurang tepat dapat memengaruhi ritme (pace) kelas dan membuat pembelajaran terasa lambat atau bahkan stagnan. Oleh karena itu, peran guru menjadi sangat penting. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga bertindak sebagai fasilitator yang aktif mengevaluasi dan menyesuaikan metode pembelajaran sesuai dengan kondisi kelas. Dengan pendekatan yang tepat, baik guru maupun peserta didik dapat menjalankan proses belajar dengan lebih mudah, efektif, dan produktif.

Level preschool dan kids merupakan tahap dasar dalam pengelompokan kelas Bahasa Inggris. Sesuai dengan namanya, level preschool diperuntukkan bagi anak-anak usia PAUD, yaitu sekitar 4–5 tahun. Pada tahap ini, sebagian besar anak belum mampu membaca dan menulis. Namun, beberapa di antaranya sudah mulai bisa mengeja, membaca kata sederhana, bahkan menulis secara bertahap. Oleh karena itu, pembelajaran di level preschool lebih difokuskan pada pengenalan kosakata dasar, pelafalan (pronunciation), serta pembiasaan mendengar dan berbicara dalam Bahasa Inggris melalui aktivitas yang menyenangkan.

Sementara itu, level kids diperuntukkan bagi anak-anak usia sekolah dasar dengan rentang usia sekitar 6–12 tahun. Pada level ini, kemampuan anak jauh lebih beragam. Ada yang baru mulai lancar membaca dan menulis, ada yang sudah cukup baik membaca tetapi masih kesulitan dalam menulis, dan ada pula yang unggul dalam berhitung namun membutuhkan latihan tambahan dalam keterampilan literasi. Bahkan, beberapa anak sudah cukup mahir dalam membaca, menulis, dan berhitung. Perbedaan kemampuan inilah yang membuat pendekatan pembelajaran di level preschool dan kids harus disesuaikan secara cermat. Setiap anak memiliki perkembangan yang unik, sehingga metode yang digunakan perlu fleksibel, adaptif, dan tetap menyenangkan agar proses belajar Bahasa Inggris berjalan efektif dan optimal.

Baik level preschool maupun kids memiliki tantangan belajar yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan metode khusus agar anak-anak dapat mengikuti pelajaran dengan optimal. Salah satu pendekatan yang paling efektif untuk rentang usia 4–12 tahun adalah metode fun learning.

Meskipun usia preschool dan kids cukup bervariasi, mereka tetap berada dalam fase perkembangan anak-anak yang cenderung menyukai aktivitas menyenangkan, interaktif, dan terasa mudah dipahami. Pembelajaran yang terlalu kaku justru dapat membuat mereka cepat bosan dan kehilangan fokus. Di sinilah metode fun learning berperan penting.

Menurut Darmasyah (dalam Attamimi dkk., 2021), fun learning merupakan proses pembelajaran yang dirancang agar terasa mudah sehingga mampu meningkatkan prestasi peserta didik. Metode ini menghadirkan suasana belajar yang positif, kreatif, dan menyenangkan di dalam kelas. Tujuan utamanya adalah membuat anak-anak merasa ceria, nyaman, dan tidak terbebani selama proses belajar.

Ketika anak-anak belajar tanpa tekanan, mereka akan lebih termotivasi dan lebih berani untuk mencoba. Hal ini sangat penting terutama bagi level preschool dan kids yang cenderung lebih mudah merasa bosan. Dengan suasana kelas yang menyenangkan dan materi yang mudah dipahami, kemampuan Bahasa Inggris mereka dapat berkembang secara alami, bertahap, dan lebih optimal.

Metode fun learning tidak berpusat pada guru, melainkan mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam setiap proses pembelajaran. Dalam kelas preschool dan kids, anak-anak menjadi bagian utama yang menghidupkan suasana belajar. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan, membimbing, dan menciptakan pengalaman belajar yang interaktif.

Pendekatan ini sangat selaras dengan karakter anak-anak yang memiliki energi tinggi, rasa ingin tahu besar, dan kecenderungan belajar melalui aktivitas langsung. Dengan metode fun learning, energi tersebut tidak ditekan, melainkan difasilitasi melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. Anak-anak dapat bergerak, berbicara, berekspresi, serta berinteraksi dengan teman-temannya sambil tetap fokus pada tujuan pembelajaran Bahasa Inggris.

Melalui suasana yang aktif dan partisipatif, proses belajar menjadi lebih bermakna dan tidak monoton. Anak-anak pun lebih mudah memahami materi karena mereka mengalaminya secara langsung, bukan hanya mendengarkan penjelasan.

Berikut beberapa contoh penerapan metode fun learning dalam pembelajaran Bahasa Inggris:

1. Flashcards

Sumber: https://speak-and-play-english.com/classroom-objects-flashcards-free-printable-flashcards

Salah satu contoh penerapan metode fun learning adalah penggunaan flashcard atau kartu dua sisi. Media ini sangat efektif untuk membantu anak-anak memahami kosakata baru dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

Flashcard biasanya terdiri dari dua sisi: satu sisi menampilkan gambar (picture), sedangkan sisi lainnya berisi kata (word) yang sesuai dengan gambar tersebut. Dalam praktiknya, guru dapat mengajak anak-anak menebak gambar yang ditunjukkan pada kartu. Setelah mereka berhasil menjawab dengan benar, kegiatan dilanjutkan dengan mengeja (spelling) dan mengucapkan kata yang terdapat di sisi lainnya.

Aktivitas ini tidak hanya melatih daya ingat dan konsentrasi, tetapi juga membantu meningkatkan pelafalan (pronunciation) anak dalam Bahasa Inggris. Selain itu, penggunaan flashcard secara konsisten dapat memperkaya perbendaharaan kata (vocabulary) mereka secara bertahap.

Dengan pendekatan yang interaktif seperti ini, anak-anak belajar sambil bermain tanpa merasa terbebani, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan.

2. Role-play

Selain menggunakan flashcard, beberapa materi pembelajaran juga sangat cocok diterapkan melalui role play atau bermain peran. Metode ini melibatkan anak-anak sebagai pemeran utama dalam sebuah situasi tertentu, sehingga mereka dapat mempraktikkan Bahasa Inggris secara langsung dan kontekstual.

Dalam kegiatan role play, anak-anak tidak hanya mendengarkan atau menghafal dialog, tetapi benar-benar berperan aktif dalam percakapan. Misalnya, mereka dapat berperan sebagai sellerdanbuyer dalam situasi jual beli sederhana. Selama aktivitas berlangsung, mereka diwajibkan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris sesuai dengan peran masing-masing.

Melalui metode ini, anak-anak belajar menyusun kalimat, melatih pelafalan, serta meningkatkan keberanian berbicara. Role play juga membantu mereka memahami penggunaan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Dengan suasana yang menyenangkan dan interaktif, anak-anak menjadi lebih percaya diri dan terbiasa menggunakan Bahasa Inggris secara natural.

3. Crafting

Metode fun learning juga dapat diterapkan melalui kegiatan crafting atau membuat kerajinan tangan. Aktivitas ini biasanya melibatkan kegiatan menggunting, menempel, dan menyusun gambar di atas kertas sesuai dengan instruksi yang diberikan. Sebelum kegiatan dimulai, guru telah menyiapkan bahan, alat, serta aturan yang jelas agar proses belajar tetap terarah dan kondusif.

Melalui crafting, anak-anak tidak hanya belajar Bahasa Inggris, tetapi juga melatih kreativitas dan motorik halus mereka. Misalnya, mereka dapat membuat picnic list dengan menempelkan gambar buah, makanan, dan minuman sambil menyebutkan serta mengucapkan kosakata dalam Bahasa Inggris.

Selain itu, anak-anak juga dapat membuat peta kota sederhana dengan menempelkan berbagai gambar tempat (places) seperti library, coffee shop, bakery, hair salon, dan lainnya. Aktivitas ini membantu mereka memahami kosakata sekaligus konsep arah dan lokasi. Melalui kegiatan yang kreatif dan interaktif seperti ini, anak-anak belajar Bahasa Inggris secara menyenangkan tanpa merasa sedang “belajar” dalam arti yang kaku. Suasana kelas menjadi lebih hidup, dan materi pun lebih mudah dipahami serta diingat dalam jangka panjang.

4. Writing & Colouring

Selain keterampilan berbicara dan mendengar, anak-anak juga perlu dilatih untuk menulis dalam Bahasa Inggris sejak dini. Latihan menulis dapat dimulai dari kosakata sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti nama-nama mainan, buah-buahan, bagian tubuh, sayuran, hingga warna.

Setelah menulis, kegiatan biasanya dilanjutkan dengan aktivitas mewarnai. Anak-anak diberikan kebebasan untuk memilih warna favorit mereka agar tetap merasa senang dan kreatif. Namun, setiap warna yang digunakan harus disebutkan dalam Bahasa Inggris.

Melalui kombinasi menulis dan mewarnai, anak-anak tidak hanya melatih kemampuan motorik dan kreativitas, tetapi juga memperkuat daya ingat terhadap kosakata yang telah dipelajari. Aktivitas ini membuat proses belajar terasa ringan, menyenangkan, dan tidak membosankan, sekaligus membantu mereka memahami Bahasa Inggris secara lebih menyeluruh.

5. Story Telling

Metode storytelling atau mendongeng sangat cocok diterapkan pada anak-anak usia sekitar 9–12 tahun. Pada usia ini, kemampuan membaca dan memahami teks sudah lebih berkembang, sehingga mereka dapat mengeksplorasi cerita dengan lebih mendalam.

Dalam kegiatan ini, anak-anak diberi kebebasan untuk memilih dongeng terkenal favorit mereka. Setelah memilih cerita, mereka diminta membaca dan memahami isi dongeng tersebut. Selama proses membaca, biasanya mereka akan menemukan kosakata (vocabulary) baru. Guru kemudian membimbing mereka untuk mencatat kosakata tersebut beserta artinya agar pemahaman semakin kuat.

Setelah memahami isi cerita dan kosakata yang digunakan, anak-anak diberi waktu untuk berlatih dan menghafalkan bagian penting dari dongeng tersebut. Tahap akhir dari kegiatan ini adalah menceritakan kembali dongeng di depan kelas.

Melalui storytelling, anak-anak tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga melatih pelafalan, intonasi, ekspresi, serta rasa percaya diri saat berbicara di depan audiens. Aktivitas ini menjadikan proses belajar Bahasa Inggris lebih hidup, bermakna, dan menyenangkan.

Penerapan metode fun learning dalam pembelajaran Bahasa Inggris dapat dilakukan dengan berbagai cara yang kreatif dan interaktif. Tujuannya jelas: agar materi lebih mudah dipahami, suasana kelas lebih menyenangkan, dan target pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Dengan pendekatan yang tepat, belajar Bahasa Inggris tidak lagi terasa sulit atau membosankan bagi anak-anak.

Melalui metode fun learning, anak-anak belajar sambil bermain, berekspresi, dan berkreasi. Mereka lebih percaya diri, lebih aktif berbicara, serta lebih mudah menyerap kosakata dan struktur bahasa baru. Inilah fondasi penting untuk membangun kemampuan Bahasa Inggris sejak dini.

Ingin anak Anda belajar Bahasa Inggris dengan metode yang menyenangkan dan efektif? Sobet Inggris hadir dengan kelas yang dirancang khusus untuk level preschool dan kids. Kegiatan belajar dilengkapi dengan flashcard interaktif, crafting kreatif, writing & colouring, hingga program storytelling seperti Sobet Cerita yang melatih keberanian tampil di depan umum. Yuk, berikan pengalaman belajar terbaik untuk anak Anda.
Segera bergabung bersama Sobet Inggris dan rasakan serunya belajar Bahasa Inggris dengan metode fun learning!

By Widya Arrahmahati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *