Ini 3 Alasan Gagalnya Orang Indonesia Lancar Bahasa Inggris!

Sumber: https://news.asu.edu/20240426-science-and-technology-science-behind-chronic-stress

Saat ini, Bahasa Inggris telah menjadi kebutuhan bagi banyak orang. Di berbagai bidang pekerjaan, kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris mulai dianggap wajib. Seiring berjalannya waktu, kesadaran akan pentingnya Bahasa Inggris pun semakin meningkat. Banyak orang tua kini mulai mengenalkan Bahasa Inggris kepada anak-anak mereka sejak usia dini.

Namun, bagi masyarakat non-English speaker seperti orang Indonesia, mempelajari Bahasa Inggris tentu menjadi tantangan tersendiri. Tantangan ini terutama dirasakan karena proses belajar harus dimulai dari dasar. Sebagian orang menganggap belajar Bahasa Inggris bukanlah hal yang sulit, tetapi bagi sebagian lainnya, proses ini terasa cukup menantang. Hal tersebut tercermin dari hasil survei Cudy Technology tahun 2023 yang menunjukkan bahwa hanya 30,8% orang Indonesia yang tergolong fasih berbahasa Inggris. Angka ini mengindikasikan bahwa tingkat kefasihan Bahasa Inggris di Indonesia masih relatif rendah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal mencakup rendahnya kesadaran dan motivasi individu untuk belajar Bahasa Inggris, sedangkan faktor eksternal meliputi ketimpangan fasilitas pendidikan serta keterbatasan akses informasi yang berkualitas.

Pada kenyataannya, kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia sangat beragam. Ada yang menguasai Bahasa Inggris secara lengkap, mulai dari listening, speaking, reading, hingga writing, biasanya karena terbiasa menggunakan Bahasa Inggris sejak kecil atau hidup di lingkungan bilingual. Ada pula yang hanya mampu membaca dan menulis melalui pembelajaran di sekolah. Sebagian lainnya lebih mahir berbicara karena terbiasa berinteraksi langsung dengan penutur asing, seperti di daerah wisata. Namun, masih ada juga masyarakat yang belum menguasai Bahasa Inggris sama sekali. Saat mulai belajar, tidak jarang muncul berbagai hambatan yang, jika tidak ditangani dengan tepat, dapat berkembang menjadi penyebab kegagalan. Berikut beberapa alasan mengapa banyak orang Indonesia belum mampu berbahasa Inggris dengan lancar:

1. Kurang Waktu untuk Berlatih

Sumber: https://annurngrukem.com/memahami-pesan-islam-tentang-pentingnya-waktu/

Bagi sebagian orang, berlatih Bahasa Inggris masih belum menjadi prioritas. Hal ini dapat dilihat dari seberapa sedikit waktu yang diluangkan untuk berlatih, baik dalam keterampilan listening, speaking, reading, maupun writing. Padahal, konsistensi waktu latihan memegang peran penting dalam menentukan hasil belajar. Semakin sering seseorang berlatih, semakin besar pula peluangnya untuk menguasai Bahasa Inggris dengan baik, bahkan hingga mahir. Sebaliknya, kegagalan dalam berbahasa Inggris sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan minimnya kemauan untuk meluangkan waktu berlatih secara rutin. Inilah mengapa dibutuhkan lingkungan belajar yang mampu mendorong kebiasaan latihan secara konsisten. Melalui program pembelajaran yang terstruktur dan pendampingan yang berkelanjutan, Sobet Inggris membantu peserta membangun rutinitas latihan yang efektif agar kemampuan Bahasa Inggris berkembang secara optimal.

2. Tidak Konsisten

Sumber: https://medium.com/@v2v/consistency-is-the-key-but-d4cb82bee191

Setelah menyisihkan waktu untuk berlatih, banyak orang mulai membuat jadwal belajar agar proses latihan terasa lebih terarah. Jadwal ini biasanya mencakup waktu, tempat, dan durasi belajar. Di awal, semangat untuk belajar masih tinggi. Namun, seiring waktu, rutinitas yang monoton sering kali memicu rasa bosan. Mulai muncul keinginan untuk melewatkan jadwal dengan alasan “sekali tidak apa-apa”. Dari sinilah ketidakkonsistenan perlahan terbentuk. Karena jadwal dibuat sendiri, seseorang merasa memiliki kebebasan untuk melanggarnya. Akibatnya, jadwal belajar menjadi tidak efektif dan hasil pembelajaran pun tidak maksimal. Kondisi inilah yang kerap menjadi salah satu penyebab kegagalan dalam belajar Bahasa Inggris.

3. Motivasi yang Lemah

Sumber: https://blog.mopawa.co.ke/2025/06/11/the-1-club-surviving-life-on-low-battery/

Rasa bosan dan sikap tidak konsisten sering kali muncul karena kurangnya motivasi yang kuat. Hal ini biasanya terjadi karena kita lupa, atau bahkan tidak pernah, menetapkan target yang jelas dalam belajar. Padahal, seseorang yang memiliki tujuan atau goals cenderung lebih berkomitmen untuk mencapainya, meskipun prosesnya terasa sulit atau membosankan. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri menuliskan target, terutama dalam proses belajar. Target tersebut tidak harus besar atau spektakuler; target kecil dan sederhana justru lebih realistis dan mudah dicapai. Dengan menetapkan target yang jelas dan terukur, motivasi akan tumbuh secara alami dan menjadi lebih kuat seiring waktu.

Pada dasarnya, mempelajari Bahasa Inggris bukanlah hal yang sulit. Kunci utamanya adalah meluangkan waktu yang cukup untuk berlatih, menjaga konsistensi, dan memiliki motivasi yang jelas. Namun dalam praktiknya, banyak orang mengalami kendala, seperti kesulitan mengatur jadwal belajar secara mandiri, tidak memiliki target yang terarah, atau mudah bosan dengan rutinitas yang berulang. Jika kamu mengalami hal serupa dan ingin meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris secara lebih terstruktur, Sobet Inggris hadir sebagai solusi. Melalui berbagai program pembelajaran yang dirancang sesuai kebutuhan peserta, Sobet Inggris membantumu menyusun jadwal belajar yang fleksibel namun konsisten, menetapkan target yang realistis, serta melatih kemampuan listening, speaking, reading, dan writing secara seimbang. Yuk, mulai langkah belajarmu sekarang dan daftar di Sobet Inggris!

By Widya Arrahmahati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *