
Sumber: https://www.bbc.com/news/education-51064279
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menjadi fasih berbahasa Inggris, dan setiap generasi memiliki pengalaman belajar yang berbeda. Pada generasi boomer, akses terhadap pembelajaran Bahasa Inggris masih sangat terbatas. Sebagian dari mereka belajar melalui les privat dengan mendatangkan tutor, bahkan penutur asli (native speaker). Tentu saja, metode ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu. Selain itu, ada pula yang belajar secara mandiri menggunakan kamus Bahasa Inggris. Meskipun hasilnya tidak selalu seoptimal belajar bersama tutor, cara ini tetap membantu mereka memahami struktur bahasa, menulis dengan lebih baik, serta memperkaya kosakata.
Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi milenial dan Gen Z memiliki akses yang jauh lebih mudah terhadap pembelajaran Bahasa Inggris. Bahasa Inggris telah menjadi bagian dari kurikulum sekolah, sementara kamus dan buku pendukung dapat dengan mudah ditemukan di berbagai toko buku maupun platform digital. Selain itu, lembaga dan tempat les Bahasa Inggris semakin banyak bermunculan dengan pilihan program dan rentang harga yang beragam. Kondisi ini membuka peluang yang lebih luas bagi siapa pun untuk belajar Bahasa Inggris sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Tak hanya melalui kelas formal, banyak milenial dan Gen Z mulai belajar Bahasa Inggris secara alami dengan menonton film, mendengarkan lagu, atau membaca novel berbahasa Inggris. Seiring perkembangan tersebut, Bahasa Inggris tidak lagi dipandang sebagai bahasa yang kaku dan sulit, melainkan sebagai bahasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan semakin populer di kalangan generasi muda.
Seiring berjalannya waktu, media dan fasilitas yang dimiliki masyarakat semakin beragam, begitu pula cara belajar dan menggunakan Bahasa Inggris, termasuk di Indonesia. Salah satu fenomena yang paling populer saat ini adalah penggunaan slang dalam Bahasa Inggris. Dalam konteks kebahasaan, slang dapat diartikan sebagai bahasa tidak baku yang digunakan oleh kelompok tertentu untuk tujuan tertentu. Menurut Mujianto, slang merupakan dialek khusus yang digunakan dalam komunitas tertentu dalam situasi informal (Sabbila & Mansyur, 2021). Dalam Bahasa Indonesia sendiri, penggunaan bahasa tidak baku sudah sangat familiar, seperti perubahan kata “tidak” menjadi “enggak” atau “tidak tahu” menjadi “enggak tau”. Pola serupa juga terjadi dalam penggunaan Bahasa Inggris. Lalu, mengapa penggunaan slang Bahasa Inggris menjadi cara berbahasa yang paling “laris” dan digemari di Indonesia saat ini? Yuk, cari tahu!
1. Mudahnya Akses Internet

Sumber: https://www.qwords.com/blog/manfaat-internet/
Ternyata, penggunaan bahasa tidak baku atau slang tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga telah lama digunakan di berbagai negara. Tingginya popularitas slang di luar negeri kemudian menyebar dan masuk ke Indonesia, terutama melalui media digital. Slang umumnya digunakan oleh anak-anak, remaja, hingga dewasa muda, dan fenomena ini tidak terlepas dari pesatnya perkembangan media sosial serta kemudahan akses internet. Saat ini, hampir setiap anak dan remaja memiliki setidaknya satu akun media sosial yang digunakan untuk berkomunikasi secara intensif. Dalam proses komunikasi tersebut, terjadi cultural transfer yang mempercepat penyebaran slang, bahkan melahirkan istilah-istilah baru langsung dari ruang obrolan digital.
Sebagai contoh, pengguna Twitter akrab dengan slang seperti ate (keren), salty (nyinyir), chopped (jelek), dan I’m sat (menunggu). Sementara itu, pengguna TikTok lebih sering menggunakan istilah seperti POV (sudut pandang), delulu (menghayal), dan rizz (keren). Selain media sosial, dunia online gaming juga turut mendorong popularitas slang. Game daring umumnya menyediakan fitur komunikasi berupa chat atau audio call, dengan jangkauan pemain dari berbagai negara dalam satu ruang permainan. Dalam situasi ini, slang menjadi bahasa komunikasi yang paling praktis dan akrab digunakan. Karena terkesan santai dan “asik”, penggunaan slang di berbagai platform digital pun semakin menguat dan akhirnya menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari.
2. Update dan Keren

Sumber: https://www.pinterest.com/pin/985795805915825476/
Selain terkesan asik dan santai, penggunaan slang juga dapat menjadi sarana belajar Bahasa Inggris yang efektif. Meskipun terlihat sepele, penggunaan slang secara tidak langsung memperkaya kosakata penggunanya. Masyarakat Indonesia dikenal cukup update dan tidak ingin “ketinggalan zaman”, sehingga ketika menemukan istilah slang yang belum dipahami, banyak orang dengan sukarela meluangkan waktu untuk mencari artinya di internet. Proses belajar ini terjadi secara alami, tanpa paksaan. Bahkan, sebagian orang merasa kurang percaya diri jika menggunakan slang secara tidak tepat karena dapat membuat kalimat terdengar janggal atau tidak sesuai konteks. Semakin seseorang memahami berbagai slang beserta penggunaannya, semakin percaya diri pula mereka dalam berkomunikasi, dan hal ini sering kali dianggap sebagai sesuatu yang “keren” dalam pergaulan sehari-hari.
3. Motivasi Alami

Sumber: https://www.bola.com/ragam/read/5544835/40-kata-kata-motivasi-hidup-hanya-sekali
Pengguna slang tanpa disadari memiliki motivasi belajar yang muncul secara alami. Proses memahami hingga menggunakan slang berlangsung dengan sangat smooth karena tidak ada paksaan dalam ruang obrolan, media sosial, maupun online game. Tidak ada kewajiban, apalagi “hukuman” seperti nilai buruk jika seseorang tidak menggunakan slang. Namun, ketika ingin memahami arti sebuah istilah slang, seseorang akan mencari tahu artinya, membaca penjelasannya, lalu memahami konteks penggunaannya. Dari proses tersebut, mereka bukan hanya mempelajari slang, tetapi juga mengenal bentuk kata bakunya. Kosakata baku inilah yang kemudian dapat digunakan dalam situasi formal. Pola belajar seperti ini—dimulai dari kesadaran, dilanjutkan dengan rasa ingin tahu, dan diakhiri dengan kemampuan menggunakan bahasa dalam komunikasi sehari-hari—merupakan motivasi ideal dalam belajar Bahasa Inggris. Tak heran jika slang menjadi salah satu cara dan wadah paling populer dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris saat ini.
Lebih dari sekadar tren, slang dapat menjadi perantara seseorang untuk mulai berbahasa Inggris dengan percaya diri. Di Indonesia, penggunaan slang terbukti berperan besar dalam perkembangan kemampuan Bahasa Inggris, terutama dalam komunikasi aktif. Proses mencari tahu arti slang hingga menggunakannya secara tepat membuat pembelajaran terasa relevan, menyenangkan, dan tidak kaku. Pengguna slang pun cenderung terlihat lebih update dan percaya diri saat berkomunikasi. Jika kamu membutuhkan tempat belajar Bahasa Inggris yang update, Sobet Inggris telah hadir. Sobet Inggris bisa membuat skill Bahasa Inggrismu jadi lebih keren. Untuk kamu yang ingin sekeren para pengguna slang bisa join program Active
Communication yang ditawarkan Sobet Inggris. Yuk, segera daftar!
Referensi
Sabbila, A. N., & Mansyur, A. S. (2021). PENGGUNAAN BAHASA SLANG OLEH REMAJA PESONA RANCAEKEK INDAH. TEXTURA JOURNAL, 2(2), 1–6.
By Widya Arrahmahati
