
Sumber: https://open.spotify.com/intl-id/track/45aBsnKRWUzhwbcqOJLwfe
Lagu This Is Me kembali viral di media sosial pada akhir tahun 2025. Lagu yang merupakan original soundtrack (OST) film musikal The Greatest Showman (2017) ini kembali mendapat perhatian karena liriknya yang terasa sangat relatable. Saat pertama kali dirilis, film dan lagu-lagunya sempat booming, baik di Indonesia maupun di berbagai negara. Dengan tema yang unik, The Greatest Showman menyoroti makna “ketidaksempurnaan” manusia yang divisualisasikan secara kuat dan emosional, sekaligus merepresentasikan perjuangan para penyandang disabilitas.
Menariknya, beberapa tahun kemudian, This Is Me justru terasa semakin relevan. Banyak orang menggunakan lagu ini sebagai latar untuk menceritakan perjuangan hidup mereka, bahkan sebagian tidak menyadari bahwa lagu tersebut berasal dari sebuah film. Liriknya yang jujur dan emosional kini mewakili pengalaman banyak orang, terutama remaja di Indonesia. Tidak sedikit remaja yang menghadapi tekanan dalam belajar, tuntutan dari orang tua, atau beban ekspektasi terhadap diri sendiri. Sebagai manusia, kita tidak luput dari kekurangan dan fase terburuk dalam hidup. Pada titik inilah, seseorang mulai mempertanyakan diri, mengkritik, bahkan menyalahkan diri sendiri. Rasa tidak puas terhadap hasil yang dicapai sering kali memicu ketakutan dan berujung pada menurunnya rasa percaya diri.
Seiring meningkatnya tekanan tersebut, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental pun semakin menguat. Berbagai kampanye mental health awareness mulai bermunculan, tidak hanya melalui slogan atau pamflet, tetapi juga lewat karya seni dan musik. Salah satu contoh yang paling kuat adalah lagu This Is Me yang dinyanyikan oleh Keala Settle. Lagu ini memberi pengaruh positif bagi banyak orang, khususnya remaja, dengan mengingatkan bahwa setiap usaha yang kita lakukan tetaplah bermakna, meskipun hasilnya tidak selalu sesuai harapan. Melalui lagu ini, kita diajak untuk belajar menghargai diri sendiri, mencintai kekurangan yang dimiliki, dan berani merasa “cukup”. Berikut beberapa penggalan lirik This Is Me yang dianggap paling powerful dan relevan bagi remaja:
1. “But I won’t let them break me down to dust”
Secara harfiah, lirik ini berarti “Aku tidak akan membiarkan mereka menghancurkanku hingga menjadi debu.” Kalimat ini menggambarkan bentuk perlawanan terhadap situasi yang menekan dan melemahkan. Terutama kondisi ketika seseorang merasa tidak berdaya akibat penilaian atau perlakuan orang lain. Lirik ini memberi pesan kuat bahwa setiap individu memiliki hak untuk bertahan dan bangkit, alih-alih menyerah pada keadaan yang tidak berpihak.
2. “I know that there’s a place for us”
Lirik ini berbicara tentang penerimaan. “Ada tempat untuk kita” tidak selalu berarti tempat besar atau sempurna, tetapi ruang aman untuk menjadi diri sendiri. Pesan ini mengingatkan bahwa setiap orang, dengan segala kekurangannya, tetap layak diterima. Bahkan, penerimaan paling penting adalah penerimaan terhadap diri sendiri. Saat seseorang mulai menerima dirinya apa adanya, di situlah proses berkembang menuju hal-hal yang lebih baik dapat dimulai.
3. “When the sharpest words wanna cut me down, I’m gonna send a flood, gonna drown ’em out”
Meski disampaikan secara puitis, lirik ini menyimpan makna yang sangat realistis. Kata-kata bisa menjadi senjata paling tajam. Banyak orang berhenti mengejar mimpi atau meninggalkan hal yang mereka sukai hanya karena komentar negatif dari orang lain. Ironisnya, orang yang melontarkan kata-kata tersebut sering kali sudah lupa, sementara dampaknya tertinggal lama. Melalui lirik ini, kita diajak untuk tidak membiarkan kata-kata buruk menguasai diri. Sebaliknya, kita perlu “menenggelamkannya” agar tidak menjadi penghambat langkah kita.
4. “I am brave, I am bruised, I am who I’m meant to be, this is me”
Bagian ini menjadi puncak emosional dari lagu This Is Me. Setelah melewati fase terburuk, setiap orang diharapkan mampu bangkit. Luka baik fisik maupun emosional adalah bagian dari perjalanan hidup. Setiap individu memiliki waktu dan cara masing-masing untuk pulih. Namun pada akhirnya, kita semua diharapkan mampu berdiri kembali dengan versi diri yang lebih kuat, lebih berani, dan lebih jujur pada siapa diri kita sebenarnya.
Hal inilah yang menjadi semangat di balik Sobet Inggris. Tahukah kamu bahwa kata “sobet” dalam Sobet Inggris berasal dari istilah “sok banget”—sebuah kata yang awalnya bernuansa ejekan? Alih-alih menjadi penghalang, Sobet Inggris justru mengubahnya menjadi motivasi dan fasilitas belajar yang terus berkembang hingga saat ini. Semangat ini sejalan dengan kamu yang sedang berproses untuk menjadi versi diri yang lebih baik. Tunggu apa lagi? Yuk, segera gabung di Sobet Inggris!
By Widya Arrahmahati
